Sabtu, 18 Mei 2013

PERBANDINGAN BUDAYA TURKI DAN INDONESIA DARI SEGI MAKANAN, MINUMAN, CARA MAKAN DAN MINUM, DAN PAKAIAN


TUGAS : Perbedaan Budaya Indonesia dengan Turki
Nama : M. Fauzan Ardiansyah
Kelas : 4KA34
NPM : 19112056

TURKI

Minuman  
Tempat mendidihkan teh di Turki selalu dua tempat. Bagian bawah untuk air putih panas, bagian atas yang sudah dicampur dengan teh yang pekat sebagai induknya. Pada saat menuangkan ke gelas, mereka menuangkan induk teh yang pekat itu dulu sesuai selera tamu, lalu dicampur dengan air panas biasa tadi. Jadi ukuran kepekatan teh sangat fleksibel pada masing-masing orang. Semua orang merasa senang karena teh untuk mereka sesuai dengan keinginan. Inilah pesannya, selagi tidak mengorbankan prinsip, kita boleh bahkan dituntut untuk klarifikasi sikap. Lentur dalam bergaul, dan cerdas dalam berhadapan dengan beragam karakter orang. Jika bergaul dengan orang penakut, jangan kau takut-takuti. Jika dia pemarah, jangan buat dia tersulut emosinya. Jika temanmu agak malas, jangan diperintah-perintah. Jika dia orang yang pemalu, jangan melakukan hal yang membuatnya risih. Jika dia begini, kau jangan begitu. Sekali lagi, ini bukan berarti kita tidak punya prinsip. Tapi bagaimana kita bersikap kepada seseorang adalah ukuran kecerdasan sosial seseorang. Kita tetap harus mengingatkannya di saat lupa dan mengatakan tidak untuk hal yang mencelakakannya. Tapi soal cara dan rasa, tiap orang itu beda. Sebab, ada yang suka teh yang kelat pekat, ada yang suka teh yang muda."

Walaupun kebanyakan orang Turki mengamalkan kepercayaan Islam, minuman alkohol dapat dibeli dengan mudah seperti di Eropa. Bagaimanapun, kebanyakan orang Turki menjauhi diri daripada meminum alkohol semasa bulan suci Ramadan. Adanya beberapa jenama lager tempatan (seperti Efes) dan banyak jenis bir antarabangsa yang dikilangkan di Turki (seperti Miller, Beck's dan Tuborg), serta sebilangan besar bir import. Terdapat juga berbagai-bagai wain tempatan seperti Kavaklıdere, dan Angora yang semakin popular dengan perubahan-perubahan keadaan iklim yang memanfaatkan pengilangan wain. Rakı, sejenis minuman alkohol berperisa jintan manis, merupakan minuman keras yang biasa diminum dengan makanan mezze. Minuman-minuman kegemaran yang lain termasuk ayran (sejenis minuman yogurt yang sejuk dan masin), boza, dan jus lobak putih. Şerbet ialah minuman ringan yang diperbuat daripada buah-buahan seperti buah mawar, ceri karnelian, atau akar manis.

Minuman Tidak Beralkohol
Pada sarapan pagi dan sepanjang hari orang Turki minum teh hitam. Teh dibuatkan dengan dua teko di Turki. Teh pahit kuat dibuat di sebelah atas teko dicairkan dengan menambahkan air dari sebelah yang lebih bawah. Ayran (minuman yogurt masin) adalah minuman sejuk yang terumum, yang boleh diminum dengan hampir semua hidangan masakan di Turki. Kefir disediakan dengan bijian kefir dan susu. Şalgam suyu (jus turnip sedang atau panas) adalah satu lagi minuman penting bukan alkohol yang biasanya diminum dengan kebab. Boza adalah minuman musim sejuk tradisional (dihidangkan sejuk dengan kulit kayu manis dan kadang-kdang mengandungi leblebi). Sahlep adalah satu lagi kegemaran pada musim sejuk (dihidangkan panas dengan kulit kayu manis). Sahlep dicedok dari akar-akar orkid liar dan boleh digunakan dalam ais krim Turki juga. Kopi Turki adalah kopi kenalan dunia yang dapat dihidangkan manis atau pahit. Dalam bahasa Turki, ada suatu perpatah yang menegaskan pentingnya dalam kebudayaan Turki secawan kopi ke seseorang: "secawan kopi mempunyai keanggapan 40 tahun". Walaupun orang Arab menggelarkan kopi mereka kopi Turki, ia lain dari segi aroma dan citarasa dari kopi Turki.

Makanan 
 Soal rasa dan penyajian makanan Turki, berbeda dengan lidah orang Indonesia secara umum. Memang di sini mengenal istilah makanan Kebab, tapi ketika anda di Turki, jelas beda dengan apa yang kita lihat di Indonesia. Setiap kali makan pagi, siang ataupun malam, selalu diawali dengan yang namanya Roti Tawar atau Roti Ragi, dan sup. Baik itu sup tomat maupun sup lainnya. Cara makannya adalah mencelupkan roti tersebut ke dalam sup. Dan juga yogurt menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Turki. Setiap rumah tangga pasti menyediakan yogurt sebagai salah satu bumbu terpopuler untuk makanan sehari-hari. Sekarang yogurt lebih sering  dihidangkan bersama buah. Tapi, mereka menyantap yogurt dengan daging dan sayuran.

Cara Makan & Minum 
 Orang Turki memulai makan pasti dengan Soup. Setelah itu baru mereka memakan Salad, Main Course dan Dessert, dan memang begitu lah mereka. Jangan takut meja akan kotor, karena mereka makan sangat rapi. Hanya beberapa orang saja yang meja nya mungkin kotor. 

Bersamaan dengan dessert, orang Turki biasanya akan meminum teh. Dan inilah saatnya para waiter beraksi. Tanpa diminta, para waiter akan menawarkan teh. Karena dengan menawarkan teh, artinya sedikit banyak uang tips akan keluar dari kantong orang-orang Turki. Teh seperti minuman wajib buat orang Turki. Teh yang mereka minum adalah Black Tea tanpa gula. Walau ada satu, dua yang meminta  Green Tea atau kopi. Dan jangan lupa untuk memberi tissue cocktail. Mereka hampir tiap makan meminta tissue cocktail walaupun sebenarnya sudah disediakan napkin.


Pakaian 
 Percampuran budaya ini dapat dilihat pada pakaian tradisional yang didominasi warna turquoise dan merah. Pengaruh Kristen dan Yahudi menghadirkan pemakaian selendang, mantel panjang, atau yeldirme, sejenis mantel bertopi. Sedangkan sebagai penyesuaian terhadap masyarakat Islam, biasanya mereka menutupi rambut mereka rapat-rapat.

Orang-Orang Turki kalau keluar rumah pakai kemeja, hem, atau paling gak pakai kaos berkerah. Terutama yang usianya sudahtua-tua pakaiannya rapi banget. Bayangin aja, pakaian yang biasa dipakai ke kantor oleh mereka tuh dipakai sehari-hari walaupun gak lagi kerja. Yaitu pakainya kemeja, celana dan jas satu stel, yah pakaian kantorlah. Tak cuma orang dewasa, sampai anak-anak juga pada pakai hem.



Hal yang rapi lainnya yang membuat kagum adalah sepatu dan kaos kaki. Di  Turki masuk masjid TIDAK BOLEH TIDAK PAKAI kaos kaki. Sekarang mengenai sepatu. Kalau di Indonesia, berjalan-jalan pakainya sandal. Sepatu biasanya kondisi tertentu, seperti untuk acara formal atau untuk perjalanan jauh. Kalau di Turki, setiap waktu Mau cuma beli makan di warung dekat rumah atau cuma ke masjid apalagi mau ke mall, pakainya sepatu bukan sandal. Di Turki, sandal digunakan untuk di dalam rumah/gedung, terutama untuk masuk toilet. Di Turki susah menemukan toko yang menjual sandal untuk dipakai di jalanan. Beda banget kan sama di Indonesia. 

Yang bikin takjub juga dalam semua sektor pekerjaan, pakaian mereka rapi. Kalau orang kantor rata-rata pakai pakaian kantor dan berdasi, termasuk guru selain pakai dasi juga pakai jas warna putih kayak dokter dan bahkan petugas kebersihan, pelayan minuman, sampai tukang bangunan pun RAPI. Kalau gak pakai dasi, minimal bajunya berkerah dan gak ada pakaian yang kumuh.

SEDANGKAN


INDONESIA

Makanan à Kebiasaan-kebiasaan orang Indonesia yang sering mengacaukan piramida tersebut antara lain sebagai berikut, Nasi segunung protein sedikit, sedikit-dikit sambal, kebanyakan santan, gila-gilaan makan jeroan, dan kurang sayur dan buah.
Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu berasal dari rempah-rempah seperti kemiri, cabai, temu kunci, lengkuas, jahe, kencur, kunyit, kelapa dan gula aren dengan diikuti penggunaan teknik-teknik memasak menurut bahan dan tradisi-adat yang terdapat pula pengaruh melalui perdagangan yang berasal seperti dari India, Tiongkok, Timur Tengah, dan Eropa.

Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal "masakan Indonesia", tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh asing. Sebagai contoh, beras yang diolah menjadi nasi putih, ketupat atau lontong (beras yang dikukus) sebagai makanan pokok bagi mayoritas penduduk Indonesia namum untuk bagian timur lebih umum dipergunakan juga jagung, sagu, singkong, dan ubi jalar. Bentuk lanskap penyajiannya umumnya disajikan di sebagian besar makanan Indonesia berupa makanan pokok dengan lauk-pauk berupa daging, ikan atau sayur disisi piring.

Minuman

 Teh, adalah salah satu minuman yang tidak asing di Indonesia. Berbagai daerah memiliki hidangan the yang berbeda-beda. 
Seperti di Yogjakarta, jenis teh yang dihidangkan dan cara meminumnya pun agak berbeda, Nasgitel menggunakan “teh merah” atau “teh hitam” yang dipadu dengan “gula batu” yang sangat manis. Penyajiannya biasanya berupa kotokan (daun teh kering) yang diseduh dengan air mendidih, disajikan dalam gelas plus beberapa butir gula batu yang disajikan terpisah. Setelah seduhan teh dihidangkan, pelanggan biasanya segera memasukkan gula batu kedalamnya. Proses ini sampai dengan wedang teh siap diminum memerlukan waktu sekitar 10 menit, sambil menunggu biasanya pelanggan akan menikmati makanan kecil seperti ketela goreng, pisang goreng, singkong rebus, uli (juadah) dan lain sebagainya. 
Demikian juga mengenai kebiasaan minum teh di tataran Sunda. Dahulu, mereka meminum teh memakai mangkok dari batok kelapa dan tatakan dari bambu sambil menghangatkan badan di dekat perapian. Kebiasaan ini biasa disebut sebagai “nganyeut”.
Sedangkan di wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya, walaupun di daerah Lawang-Wonoasri Jatim terdapat berhektar-hektar kebun teh, minuman ini masih dianggap sesuatu yang mewah untuk menyuguhi tamu. Dan sampai saat ini, jika teh disajikan tanpa gula adalah minuman aneh, tidak mengherankan jika teh hijau kemasan yang non sugar di supermarket- supermarket di Surabaya selalu rapi tak tersentuh.

Pakaian 
 Bila kita mengamati masuknya budaya barat ke Indonesia dijaman modern ini memang dari aspek manapun budaya barat dapat kita lihat entah itu melalui televisi, media cetak, bahkan yang paling luas yaitu melalui internet. Budaya barat yang masuk ke Indonesia cenderung tidak bisa kita atasi dari sisi positif maupun negatif, karena kita memang harus menerima agar Indonesia tidak ketinggalan jaman tapi hal ini tidak seharusnya meninggalan budaya yang menjadi tradisi kita yang menjadi identitas kita sebagai negara Indonesia. 
Kebudayaan asing ke Indonesia dalam segi pakaian yang pada zaman dahulu setiap harinya memakai pakaian adat kemana saja karena sifat nasionalismenya tersebut yang membuatnya susah dalam menjalani aktivitas sehari – hari, namun sesuai perkembangan zaman atau setelah masuknya kebudayaan asing membuat perubahan gaya pakaian yang tadinya berpakaian adat menjadi memakai kemeja atau kaos untuk beraktivitas dan wanita yang tadinya berpakaian rapi.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar